Wednesday, June 30, 2010

PERKEMBANGAN SISTEM EKSPLOITASI TANAMAN KARET

Prospek bisnis tanaman karet semakin baik seiring dengan kemajuan zaman yang semakin membutuhkan komoditas karet. Tingkat harga yang tinggi saat ini juga merupakan nilai tambah dari agribisnis karet dan mendorong untuk selalu mengembangkan teknik eksploitasi tanaman karet hingga produksi yang dihasilkan optimal. Siklus ekonomi yang panjang (25 – 30 tahun) akhir-akhir ini tidak dapat diwujudkan secara baik oleh kebanyakan pekebun sehingga perhitungan usaha secara keseluruhan dinilai masih lemah.

Bersamaan dengan meningkatnya biaya sarana produksi dan upah pekerja maka produktivitas yang tinggi (> 2 ton/ha/tahun) semakin menjadi tuntutan dan syarat mutlak usaha karet. Keragaman klon-klon hasil pemuliaan tanaman memerlukan justifikasi baru dalam sistem eksploitasi. Baku teknis pemberian stimulan perlu dievaluasi kembali melalui berbagai pendekatan fisiologis, antara lain diagnosis lateks (LD), tipologi klonal, maupun klasifikasi klon, sehingga diperoleh rekomendasi sistem eksploitasi yang semakin ideal. Prinsip dasar penyadapan tanaman karet yakni bast capital, tataguna panel, dan konsumsi kulit yang hemat memunculkan perkembangan baru sistem eksploitasi tanaman karet seperti halnya ATS (Alternate Tapping System), dan COP (Change Over Panel) pada tahun 1990-an.

Namun belakangan, penggunaan sistem tersebut masih memunculkan masalah baru akibat kecenderungan penyadap meninggalkan kulit pulihan. Dengan paradigma baru dan penelusuran filosofi umum penyadapan maka saat ini diperlukan strategi penyusunan rekomendasi sistem eksploitasi yang mengarah pada dua jalur tipologi klonal yakni rekomendasi untuk klon quick starter dengan sistem sadap EXPEX-315 dan rekomendasi untuk klon slow starter dengan sistem sadap gSS-CUT.

Sebelum mancapai kondisi ideal yang memerlukan waktu dalam beberapa pengujian, maka diperlukan terlebih dahulu suatu rekomendasi transisional untuk klon quick starter dan slow starter yang saat ini sudah diberlakukan dengan target produksi sebesar 35 - 40 ton/ha per siklus ekonomi 25 tahun (dengan masa penyadapan 20 tahun).

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Hubungi kami

Silahkan hubungi kami melalui e-mail: perkebunanku@gmail.com
 

Galeri Foto

foto perkebunan, koleksi foto

Sahabat Blogger

Pesan Pembaca