Thursday, April 1, 2010

POTENSI MUCUNA BRACTEATA DALAM PENGEMBALIAN HARA DI AREAL TBM KARET

Sejak tiga tahun terakhir ini, terdapat fakta bahwa penananam tanaman kacangan penutup tanah (LCC) di perkebunan karet beralih dari LCC konvensional (P. Javanica, C. Caerulium, C. Pubescens) ke LCC yang relatif baru yaitu Mucuna bracteata. Keunggulan M. bracteata dibandingkan dengan LCC konvensional adalah : 1) Produksi biomassa tinggi, 2) Tahan terhadap kekeringan dan naungan, 3) Tidak disukai ternak, 4) Cepat menutup tanah dan, 5) Dapat berkompetisi dengan gulma. Di samping keunggulan tersebut di atas, satu lagi syarat LCC yang ideal adalah mampu meningkatkan kesuburan tanah, sehingga mampu menambah hara tanah dan tersedia bagi tanaman. LCC dengan syarat tersebut sangat diperlukan terutama pada kondisi sekarang di mana harga pupuk terus meningkat. Peningkatan efisiensi pemupukan dengan penggunaan LCC yang dapat mengembalikan hara tanah merupakan salah satu pilihan.

Di Indonesia penelitian mengenai potensi Mucuna bracteata dalam pengembalian hara pada areal tanaman karet belum banyak dilakukan, sementara penggunaan LCC ini di perkebunan karet sudah berkembang pesat. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan potensi bahan organik dan hara yang dikembalikan tanaman Mucuna bracteata pada areal tanaman karet belum menghasilkan. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertanaman karet yang telah ditanami dengan LCC Mucuna bracteata. Di kebun PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate (PT. BSRE), diamati Mucuna bracteata yang berumur 3 bulan, 1 tahun dan 2 tahun, sementara di Balai Penelitian Sungei Putih diamati Mucuna bracteata yang berumur 3 tahun, pada areal pertanaman karet klon PB 260. Pada setiap umur diambil sample plot seluas 1 m2, dengan tiga ulangan. Sebagai plot kontrol diamati plot yang tidak ditumbuhi Mucuna bracteata pada lokasi yang berdekatan. Variabel yang diamati adalah berat basah/kering shoot dan seresah (shoot kering di permukaan tanah), Kandungan hara shoot dan seresah Mucuna bracteata, kandungan hara tanah jumlah bintil akar dan pertumbuhan lilit batang tanaman karet. Dari variabel tersebut di atas, dilakukan analisis besarnya unsur hara yang dikembalikan per hektar tanaman dan ekivelennya terhadap pupuk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, potensi bahan organik yang berasal dari shoot selama 1 tahun yang disumbangkan oleh Mucuna bracteata lebih besar jumlahnya (2.5-7 kali lebih banyak) dibandingkan dengan penutup tanah lainnya yakni mencapai 3786 kg/ha sedangkan serelium 1544 kg/ha, kacangan konvensional (campuran Pj, Cm dan Cp) 1048 kg/ha, dan Paspalum conjugatum 552 Kg/ha. Dekomposisi bahan organik Mucuna bracteata yang berumur 3 tahun termasuk agak lambat dibandingkan dengan serelium, kacangan konvensional (campuran Pj, Cm dan Cp) dan Paspalum conjugatum ini terlihat dari C/N tanah yang masih di atas 15. Berdasarkan jumlah berat kering shoot, unsur hara yang dapat dikembalikan oleh Mucuna bracteata yang berusia 3 tahun sebagai berikut 250.98 kg/ha N atau setara dengan 545.62 kg/ha urea, 9.08 kg/ha P2O5 atau setara dengan 59.71 kg/ha RP, 72.5 kg/ha K2O atau setara dengan 1464.34 kg/ha KCl, serta 11.95 kg/ha MgO atau setara dengan 49.50 kg/ha Kieserite. Seperti kacangan konvensional lainnya penanaman penutup tanah Mucuna bracteata juga menunjukkan pengaruh pada keseragaman lilit batang TBM karet yang berusia 3 tahun. Ukuran lilit batang TBM dengan penutup tanah Mucuna bracteata 2% lebih tinggi dibandingkan dengan TBM dengan penutup tanah Pueraria javanica.

* Artikel merupakan ringkasan dari makalah : Priyo Adi Nogroho, Istianto, Nurhawaty Siagian dan KARYUDI (Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet). POTENSI Mucuna bracteata DALAM PENGEMBALIAN HARA PADA AREAL TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN. Disampaikan pada Lokakarya Nasional Budidaya Tanaman Karet 2006. Makalah lengkap disajikan dalam prosiding Lokakarya Nasional Budidaya Tanaman Karet 2006.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Hubungi kami

Silahkan hubungi kami melalui e-mail: perkebunanku@gmail.com
 

Galeri Foto

foto perkebunan, koleksi foto

Sahabat Blogger

Pesan Pembaca