Sunday, March 18, 2012

Lada Sebagai Tanaman Sela Karet

Harga lada pada saat ini sangat fluktuatif, sehingga menyebabkan pendapatan petani lada menjadi tidak menentu, terutama petani yang memiliki lahan yang sempit. Dengan kondisi ini, salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahannya dengan mengembangkan pola tanam karet + lada.

Bagi petani lada yang pemilikan lahannya terbatas, pada saat ini ingin mengembangkan komoditas yang memiliki nilai jual yang tinggi dan stabil. Berdasarkan kondisi ini, beberapa petani yang pemilikan lahannya tidak terlalu luas, mulai mengembangkan dua komoditi tersebut, yaitu dengan menanam lada sebagai tanaman sela karet, jadi mengusahakan pola tanam karet + lada (tumpangsari). Pola tanam lada sebagai tanaman sela karet sudah dilaksanakan di Barzil dan Cina. Hasil penelitian di Brazil menunjukkan bahwa dengan penanaman lada sebagai tanaman sela karet dengan jarak tanam 5 m x 3 m, perkembangan jamur Phytophthora pada tanaman lada dapat ditekan, dan tidak ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi dari kedua tanaman tersebut

Pola tanam ini dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lama, yaitu sama dengan umur produktif karet (30 tahun). Kondisi ini disebabkan teknik budidaya lada yang dikembangkan adalah dengan menggunakan tiang panjat hidup dan dibiarkan sampai tinggi (10 – 15 m), sehinga tanaman lada juga dapat merambat setinggi pohon panjatnya. Pohon panjat yang umum digunakan adalah dadap (Erytrina spp), gamal (Glyricidia maculata) dan kapuk atau randu (Ceiba pentandra).

Produksi lada dalam pola karet + lada turun sekitar 25%, hal ini cukup wajar karena populasi tanaman lada yang lebih sedikit, sedangkan tidak terlihat pengaruh tanaman lada terhadap pertumbuhan karet seedling. Pada saat tanaman karet berumur 9 (sembilan) dan 10 tahun, pertumbuhan lilit batangnya sedikit tertekan dengan adanya tanaman lada sebagai tanaman sela karet, yaitu rata-rata tertekan sekitar 5 cm. Kemungkinan besar pengaruh yang ditimbulkan bukan oleh tanaman lada saja, tapi dari tanaman tiang panjatnya juga. Oleh karena itu, untuk pengembangan teknologi ke depan perlu tinga panjat hidup yang memiliki pengaruh kompetisi yang sedikit, yaitu dengan tanaman dadap cangkring.

Tanaman karet yang ada di daerah penelitian sebagian besar merupakan tanaman seedling (biji sapuan), sehingga memiliki potensi produksi yang sangat rendah dan matang sadapnya terlambat. Rata-rata produksi karet yang terdapat tanaman sela ladanya adalah 597 kg/ha/tahun karet kering, sedangkan produksi karet tanpa tanaman sela sebesar 620 kg/ha/tahun karet kering. Perbedaan produksi karet sebagai akibat adanya tanaman lada rata-rata hanya 23 kg/ha/tahun atau 3.5%, jadi sangat sedikit sekali perbedaannya.


Efek dari pengunaan tiang panjat yang tidak dilakukan pemangkasan atau dibiarkan tinggi dalam pola karet + lada, maka tanaman lada dapat merambat tinggi dan mencari sinar matahari sesuai kebutuhan fontosintesisnya. Kondisi mengakibatkan lada dapat bertahan lama sebagai tanaman sela karet. Pada pola karet + lada produksi lada menjadi lebih rendah sebesar 25 % bila dibandingkan dengan produksi pada tanaman monokultur. Rendah produksi lada pada pola karet + lada disebabkan oleh: jumlah tanaman lada sebagai tanaman sela lebih rendah dari jumlah tanaman monokultur dan adanya kompetisi unsur hara, udara (CO2) dan cahaya matahari antara tanaman lada dengan tanaman karet. Meskipun demikian, produksi lada sebagai tanaman sela dapat mencapai 5000 – 5500 kg/ha/tahun pada saat tanaman karet berumur 20 dan 21 tahun.

Kendala utama yang dihadapi petani bagi pengembangan pola karet + lada adalah: rendahnya tingkat pengetahuan mengenai teknologi budidaya karet; kesuburan tanah yang sangat rendah dan belum ada penangkar bibit karet yang dapat menyuplai kebutuhan bahan tanam karet klon unggul di daerah sekitar sentra lada.

Prosiding Lokakarya Nasional Budidaya Tanaman Karet 2006.

1 komentar:

PAK BUDIMAN DI MALANG on January 13, 2017 at 8:20 PM said...

saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah
BUKA PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

Hubungi kami

Silahkan hubungi kami melalui e-mail: perkebunanku@gmail.com
 

Galeri Foto

foto perkebunan, koleksi foto

Sahabat Blogger

Pesan Pembaca